1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dulu keberhasilan seseorang untuk masa depan diukur dari tingkat kecerdasan. Padahal dulu kecerdasan hanya ditinjau dari aspek intelektual. Padahal di otak kita terdapat beberapa kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

Di Indonesia pengembangan kecerdasan anak untuk menuju tingkat keberhasilan atau kesuksesan dalam berhasil itu ditinjau dari intelektual. Contohnya dalam sistem pendidikan Indonesia menekankan tingkat kecerdasan dinilai dari segi matematika (logika) dan bahasa. Dalam praktek anak akan mengalami kenaikan kelas dinilai dari aspek tersebut. Padahal ini adalah satu pemikirin kecerdasan yang masih tradisional. Hal ini juga diungkapkan oleh pakar perkembangan dan pemerhati anak, Seto Mulyadi.


Setelah adanya kekeliruan di pendidikan Indonesia dalam peningkatan kecerdasan anak. Padahal sekolah – sekolah swasta telah menjamur dimulai dari sekolah kanak-kanak atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai tingkat yang tertinggi perguruan tinggi. Dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolah seharusnya tingkat pendidikan Indonesia semakin professional, tapi kenyataannya masih tetap dalam pendidikan pengembangan yang tradisional.

Dengan adanya kekeliruan tentang kecerdasan yang hanya mencakup dua aspek yaitu matematika (logika) dan bahasa. Sebaiknya selain dari aspek tersebut harus juga meliputi beberapa aspek yang lain yaitu kinetis, musical, visual-spatial, interpersonal, dan naturalis. Jenis-jenis kecerdasan tersebut disebut dengan kecerdasan jamak (multiple intelligences) yang diperkanalkan oleh Howard Gardner tahun 1983. Menurut Gardner sebaiknya harus memperhatikan orang-orang yang memiliki talenta (gift) di dalam kecerdasan seseorang. Misalnya arsitek, musikus, ahli alam, designer, penari, terapis, dan lain-lain.

Para ahli melihat bakat seseorang dari tes intelegensi (IQ) yang berasal dari kecerdasan. Tapi sekarang tidak para ahli memaparkan anak berbakat meliputi beberapa ciri yaitu kemampuan di atas rata-rata, kreativitas, pengikatan diri (tanggung jawab terhadap tugas). Masing-masing ciri ini memiliki penjabaran tersendiri missal kemapuan di atas rata-rata mencakup beberapa antara lain mempunyai abstraksi, kemampuan penalaran, dan kemampuan memecahkan masalah. Akan tetapi, kecerdasan yang cukup tinggi belum menjamin keberbakatan seseorang. Kreatifitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya, adalah sama pentingnya. Demikian juga berlaku bagi pengikatan diri terhadap tugas yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet meskipun mengalami macam-macam rintangan dan hambatan, melakukan dan menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena ia telah mengikatnya diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri.

Keberbakatan itu meliputi bermacam-macam bidang, namun biasanya seseorang mempunyai bakat istimewa dalam salah satu bidang saja. Dan tidak pada semua bidang. Misalnya : Si A menonjol dalam matematika, tetapi tidak dalam bidang seni. Si B menunjukkan kemapuan memimpin, tetapi prestasi akademiknya tidak terlalu menonjol. Hal ini kadang-kadang dilupakan oleh pendidik. Mereka menganggap bahwa seseorang telah diidentifikasi sebagai berbakat harus menonjol dalam semua bidang. Selanjutnya perumusan tersebut menekankan bahwa anak berbakat mampu memberikan prestasi yang tinggi. Mampu belum tentu terwujud. Contoh Ada anak-anak yang sudah dapat mewujudkan bakat mereka yang unggul, tetapi ada pula yang belum. Bakat memerlukan pendidikan dalam latihan agar dapat terampil dalam restasi yang unggul.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang dapat dirumuskan beberpa permasalahan sebagai berikut :

1. Apa pengertian Kecerdasan ?

2. Apa saja klasifikasi Kecerdasan ?

3. Apa pengertian kreatif ?

4. Apa saja cirri-ciri orang kreatif ?

5. Bagaimana menumbuhkan kreatif kepada anak ?

6. Bagaimana keterkaitan anatar kreativitas dengan kecerdasan ?

C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagia berikut :

1. Mengetahui pengertian kecerdasan berdasarkan para ahli

2. Mengetahui klasifikasi kecerdasan

3. Mengetahui pengertian kreatif

4. Mengetahui cirri-ciri orang kreatif

5. Mengetahui teknik menumbuhkan kreatif pada anak

6. Serta mengetahui keterkaitan anatar kreativitas dengan kecerdasan

D. Manfaat Penulisan

Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini mencakup beberapa yang terkait diantaranya sebagai berikut :

Bagi Mahasiswa

Makalah ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukan tentang kecerdasan anak dan meningkatkan kreativitas bagi mahasiswa.

Bagi Masyarakat umum

Sebagai bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang kecerdasan dan tingkat kreatif seseorang.


BAB II

4

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kecerdasan

Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.

Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Stenberg& Slater (1982) mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.

B. Faktor Kecerdasan dalam Belajar dan Perkembangan Anak

Tingkat kecerdasan seseorang berbeda-beda karena dalam perkembangan kecerdasan ada beberapa faktor-faktor kecerdasan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Faktor Bawaan

Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Oleh karena itu, di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang bodoh, agak pintar, dan pintar sekali, meskipun mereka menerima pelajaran dan pelatihan yang sama.

2. Faktor Minat dan Bawaan yang Khas

Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.

3. Faktor Pembentukan

Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelengensi. Di sini dapat dibedakan antara pembentukan yang direncanakan, seperti dilakukan di sekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam sekitarnya.

4. Faktor Kematangan

Dimana organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang, jika ia telah tumbuh atau berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.

Oleh karena itu, tidak diherankan bila anak-anak belulm mampu mengerjakan atau memecahkan soal-soal matematika di kelas empat sekolah dasar, karena soal-soal itu masih terlampau sukar bagi anak. Organ tubuhnya dan fungsi jiwanya masih belum matang untuk menyelesaikan soal tersebut dan kematangan berhubungan erat dengan faktor umu.

5. Faktor Kebebasan

Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kelima faktor tersebut di atas saling mempengaruhi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Jadi, untuk menentukan kecerdasan seseorang, tidak dapat hanya berpedoman atau berpatokan kepada salah satu faktor saja.

C. Klasifikasi Kecerdasan

Secara konvensional klasifikasi kecerdasan dewasa ini masih mengikuti klasifikasi yang dikembangkan oleh Binet dan Simon, diantaranya :

1. Idiot (IQ 0 – 19)

Idiot adalah suatu istilah yuridis dan paedagogis, yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah.

2. Embisil (IQ 20 – 49)

3. Moron (IQ 50 – 69)

Moron merupakan problem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa, moron dianggap memiliki kecerdasan

4. Inferior (IQ 70 – 79)

Merupakan kelompok tersendiri dari individu-individu terbelakang. Kecakapan pada umumnya hampirsama dengan kelompok embisil,namun kelompok ini mempunyai kecakapan tertentu yang melebihi kecerdasannya.

5. Bodoh (IQ 80 – 89)

Pada umumnya kelompok ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sekolah.

6. Normal/Rata-rata (IQ 90 – 109)

Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar presentasinya diantaran populasi.

7. Pandai (IQ 110 – 119)

Kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat universitas atau perguruan tinggi.

8. Superior (IQ 120 – 129)

Kelompok ini lebih cakap.

9. Sangat Superior (IQ 130 – 139)

Kelompok ini termasuk kelompok superior yang berbeda pada tingkat tertinggi dalam kelompok tersebut.

10. Gifted (IQ 1400 – 179)

Kelompok ini adalah mereka yang tidak genius tetapi menonjol dan terkenal.

11. Genius (IQ 180 ke atas)

Kelompok ini bakat dan keistimewaannya telah tampak sejak kecil.

Dan IQ (Intelegence Quatient) dapat diperoleh dari rumus :

MA = Mental Age, usia anak berdasarkan skor yang diperoleh

CA = Chronological Age, usia kronologis

Dari beberapa klasifikasi kecerdasan. Klasifikasi kecerdasan yang selalu sebagai acuan psikolog adalah klasifikasi menurut Gardner. Gardner dengan “Teori Multi Kecerdasan” mengatakan bahwa , “ IQ tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak, suatu entitas tunggal yang tetap yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas. Ungkapan yang tepat adalah bukan seberapa cerdas Anda, tetapi bagaimana Anda menjadi cerdas”. (2002: 58).

Setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner mendifinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind Gardner menawarkan delapan jenis kecerdasan manusia, sebagai berikut:

Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.

Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.

Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara strategis.

Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman

Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting atau dalam bidang banguan atau konstruksi.

Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.

Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan banyak penampil puncak dalam setiap bidang.

Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.

Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.

Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh.

Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada “banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran dapat didekati dari berbagai prespektif. Dan ketika orang mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.

D. Pengertian Kreatif

Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk pembangunan. Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Apa yang dimaksud dengan kreativitas? Banyak buku yang membahas kreativitas, kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas.

1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)

2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)

3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).

4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).

5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:

(1) Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.

(2) Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.

(3) Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)

Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992).

E. Ciri-ciri Orang Kreatif

Sebelum masuk ke cirri-ciri orang kreatif. Terlebih dahulu jelaskan proses kreatif. Kreativitas dalam perkembangannya sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:

Aspek Pribadi Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.

Aspek Pendorong. Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

Aspek Proses. Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya.

Aspek Produk. Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.

Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001:301) dalam bukunya Quantum Learning mengalir melalui lima tahap, hatap-tahap tersebut sebagai berikut :

1. Persiapan Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan.

2. Inkubasi Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.

3. Iluminasi Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan.

4. Verifikasi Memastikam apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.

5. Aplikasi Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut

Setelah kita mengetahui tahap-tahap bagaimana kreativitas tercipta, berikutnya kami akan uraikan bagaimana ciri-ciri orang yang kreatif itu. Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:

1. Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.

2. Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemuka tetap hidup.

3. Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.

Ciri-ciri Kreativitas

Ciri-ciri Pokok

Ciri-ciriyang Memungkinkan

Ciri-ciri Sampingan

1.Brpikir dari segala arah( convergent thingking)

2.Berpikir ke segala arah (divergent thingking)

3.Fleksibilitas koseptual (kemampuan secara spontan mengganti cara memandang,pendekatan, kerja yang tak jalan.

4.Orisinalitas (kemampuan menelorkan ide yang asli bahkan mengejutkan)

5.Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas

6.Latar belakang hidup yang merangsang (hidup dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh)

7.Kecakapan dalam banyak hal (multiple skills)

1. Kemampuan untuk bekerja keras.

2. Berpikir mandiri

3. Pantang menyerah

4. Mampu berkomunikasi dengan baik

5. Lebih tertarik pada konsep daripada detail (segi-segi kecil)

6. Keinginan tahu intelektual.

7. Kaya humor dan fantasi

8. Tidak segera menolak ide atau gagasan baru

9. Arah hidup yang mantap

1. Tidak mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain.

2. kekacauan psikologis

Reni Akbar Hawadi dalam bukunya Keberbakatan Intelektual menyebutkan ciri-ciri kreativitas sebagai berikut:

1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam

2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot

3. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah

4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu

5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan

6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi

7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi

8. Mempunyai rasa humor

9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa)

10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil)

11. Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan

12. mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan

F. Faktor Kreativitas dan Pengembangan dalam KBM

Bila didasrkan konsep Guilford melalui struktur intelektualnya, maka antara kreativitas dan hasil belajar berada pada porsi bersebarangan

a. Kreativitas ditopang oleh aspek berpikir divergen yang diuraikan dengan kemampuan memproduksinya sejumlah besar kemungkinnan pemecahan terhadap suatu masalah.

b. Kreativitas cenderung dilandasi oleh aspek berpikir konvergen yang menuntut sikap konfirmis.

Pengajaran SD dan SM rata-rata menekan pada penampilan rutin dan hafalan yang kurang relevansinya dengan masyarakat, misalnya sebagai berikut :

a. Anak kurang dilatih untuk memikirkan apa yang telah diperoleh

b. Anak tidak didorong

1. Untuk mengajukan pertanyaan

2. Untuk menggunakan daya imajinasinya.

3. Untuk mengemukakan masalah-masalah sendiri

4. Untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang non rutin,

5. Atau tidak menunjukkan inisiatif

Bagaimana pengembangan kreativitas di Indonesia ?

Kreativitas tidak berarti banyak membantu dalam meraih keberhasilan akademik di sekolah.

Faktor-faktor kreativitas adalah :

a. Secara otomatis, tanpa rangsangan lingkungan yang javorable

b. Potensi dari dalam

c. Perbedaan tingkat kualitas kemampuan

Hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang kreativitas :

a. Sikap sosial yang tidak menyenangkan harus dikurangi atau dihilangkan

b. Menciptakan kondisi-kondisi yang menyenangkan bagi pengembangan kreativitas anaksejak usia dini dalam kehidupannya

c. Mendorong anak untuk kreatif dan bebas

d. Mampu memberikan stimulasi anak untuk melakukan eksperimen dan eksplorasi

e. Keluarga mampu menstimulasi kreativitas anak dengan memberikan bimbingan dan dorongan

f. Biarkan anak mandiri

g. Pengasuh anak yang demokratik dan permisif

Pengalaman belajar yang dapat dikembangkan adalah :

a. Menciptakan tugas yang dikehendaki anak-anak

b. KBM harus dilandasi oleh rasa ingin tahu siswa, minat dan kepedulian anak serta motif intrinsik siswa

c. KBM diciptakan lagar anak dapat mengembangkan sensitivitasnya

d. Memberikan kelonggaran bagi anak untuk melakukan elaborasi dalam berpikir

e. Hindari perlaku juga mental dari guru dan kembangkan sikap apresiasi

f. Memungkinkan anak melakukan eksperimen sesuai dengan kebutuhan

g. Memberi kesempatan siswa untuk menentukan pilihannya sendiri

h. Hadapkan anak kepada persoalan riil dalam kehidupan sehari-hari

Sehingga dalam KBM, guru diharapkan :

a. Dapat menyajikan materi pelajaran

b. Menyiapkan berbagai media

c. Menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak

Membimbing Kreativitas Anak

Strategi-strategi terbaik untuk menolong anak agar lebih kreatif adalah sebagai berikut :

a. Buatlah anak terlibat dalam brain storming dan memunculkan sebanyak mungkin ide

b. Sediakabn lingkungan yang menstimulasi kreativitas anak

c. Jangan mengontrol secara berlebihan

d. Doronglah motivasi internal

e. Kenalkan anak dengan orang-orang kreatif

G. Kiat-kiat Meningkatkan Kreativitas anak

Kreativitas bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau. Menurut Colin Rose & Malcolm J. Nichol (2002: 275) dalam bukunya Accelerated Learning, “ Menjadi kreatif tidak hanya berpangku tangan menunggu kilatan ilham. Kreativitas menuntut banyak usaha keras dan mensyaratkan persiapan matang.” Terlebih sekarang banyak sekali orang yang menulis cara-cara untuk menjadi kreatif, baik dalam bentuk literature, permainnan, peta pemikiran, dll. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas dilakukan sejak usia dini, tinjauan dan penelitian-penelitian tentang proses kreativitas, kondisi-kondisinya serta cara-cara yang dapat memupuk, merangsang, dan mengembangkannya menjadi sangat penting. Beberapa alasan mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini:

a. Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan (mengkatualisasikan) dirinya, dan perwujudan/ aktualitas diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow,1967). Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.

b. Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guilford,1967)

c. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat (bagi diri pribadi dan bagi lingkungan) tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.

d. Kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Kiat-kiat untuk Memperoleh Teknik-teknik Kreativitas menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001: 321) dalam bukunya Quantum Learning adalah sebagai berikut:

Ingatlah sukses-sukses Anda di masa lalu. Jika Anda pernah berhasil (dan setiap manusia pasti pernah mengalami suatu waktu dalam hidupnya), Anda tahu tahu bahwa akan mampu melakukannya lagi. berhasil melakukan sesuatu dalam hidupnya

Yakinlah ini dapat menjadi hari terobosan. Jalani hari Anda dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu benar-benar muncul, maka Anda akan siap menerimanya.

Latihlah kreativitas Anda dengan permainan mental. Otak Anda, seperti bagian tubuh lain Anda, berfungsi lebih lancar jika selalu dijaga dalam keadaan prima. Inilah beberapa saran untuk melakukannya:

a. Pikirkanlah penggunaan kembali barang-barang lama!

b. Lihatlah kejadian sehari-hari, dan susunan uraian kisah tentang peristiwa-peristiwa yang memunculkannya!

c. Isilah teka-teki silang dan permainan-permainan kata lainnya!

d. Temukan peribahasa-peribahasa yang dapat Anda gunakan untuk menjelaskan sesuatu kepada seseorang!

e. Pikirkanlah berbagai cara untuk mengatakan hal yang sama!

f. Tontonlah acara televisi dengan mematikan suaranya, dan cobalah memperkirakan apa yang dikatakan orang dalam acara itu!

Anda juga dapat mencoba salah satu dari banyak permainan mental yang ada di toko-toko buku.

Ingat bahwa kegagalan membawa keberhasilan. Banyak ilmuwan termasyur dunia bergelut dalam solusi=solusi gagal yang tak terhitung jumlahnya sebelum menemukan satu yang berhasil. Beranilah untuk mengam,bil risiko salah agar mencapai keberhasilan.

Raihlah impian dan fantasi Anda. Sering kali mimpi dan fantasi merupakan hasil dari pikiran bawah sadar Anda yang bekerja untuk mendapatkan solusi suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal tersebut, walaupun semua itu tampak tidak berhubungan karena gagasan-gagasan aneh dapat memunculkan solusi inovatif dan revolusioner.

Biarkan kesenangan memasuki kehidupan Anda. Bermainlah! Ini membuat sifat anak-anak dalam diri Anda muncul dan memberikan wawasan segar. Anda pun akan menjadi lebih kreatif jika kehidupan Anda seimbang antara bekerja dan bermain.

Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain. Ketika bekerja dengan situasi yang menantang, lihatlah tempat-tempat lain dalam kehidupan Anda dan cobalah untuk melihat kesamaan-kesamaannya. Mungkin sesuatu yang berhasil untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.

Pandanglah situasi dari semua sisi. Bayangkan diri Anda secara fisik berada di bawah sedang menatap ke atas, dari atas melihat ke bawah, dari belakang melihat ke depan, dari dalam melihat ke luar, dan dari sudut pandang semua pihak yang terlibat. Hal ini membuat Anda mampu melihat situasi tersebut dari jendela-jendela baru dan dapat memberikan wawasan yang Anda butuhkan untuk pemecahan masalah secara kreatif.

Bersihkan pikiran Anda dari asumsi-asumsi. Asumsi dapat menyembunyikan solusi. Pikiran yang dibiarkan mengikuti aliran alamiahnya dapat menciptakan hal-hal baru yang menakjubkan

Ubahlah posisi Anda sesering mungkin. Jika anda duduk di belakang meja Anda, pergilah ke luar dan berbaringlah di atas rumput. Atau, jika Anda berada dalam ruang konferensi di kantor, bertukartempatlah dengan orang lain atau berdirilah. Mungubah posisi Anda berarti mengubah pandangan Anda terhadap berbagai hal, dan perubahan posisi mungkin akan menghasilkan perubahan sikap mental.


BAB III


KESIMPULAN

Dari pembahasan makalah yang telah dijabarkan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kecerdasan seseorang dilihat dari beberapa aspek yaitu aspek intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).

2. Klasifikasi kecerdasan digunakan dengan teori multi kecerdasan, yang meliputi bahasa, musikal, logika atau matematika, visual, kinestik tubuh, interpersonal atau social, intrapersonal, dan naturalis. Dari klasifikasi tersebut tidak dapat ketinggalan dari faktor kecerdesan meliputi bawaan, minat dan pembawaan yang khas, pembentukan, kematangan, dan kebebasan.

3. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

4. Kreativitas adalah bagian dari kecerdasan. Karena struktur kecerdasan meliputi kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan.


DAFTAR PUSTAKA

Haditono, Siti Rahayu. 1990. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada Press

Hurlock, B. Elizabeth. 2005. Perkembangan Anak 1. Jakarta: Erlangga

Santrock, W. John. 2007. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Soeparwoto. 2004. Psikologi Perkembangan. Semarang: UPT Unnes Press



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation